Penulis: Kang Ujik
| Penerbit | : Balai Bahasa Jawa Timur (2021) |
| Kelas | : - |
| Mata Pelajaran | : - |
| Total Halaman | : 94 Halaman |
| ISBN/ISSN | : 978-602-8334-62-4 |
Novel Lereng Bukit Giri berlatar belakang kehidupan masyarakat di sekitar bukit Giri dan menceritakan tentang Jurik, seorang pemuda yang bengal, kurang ajar, dan nakal. Karena berbagai upaya orang tuanya untuk menyembuhkan kenakalan Jurik tidak membuahkan hasil, seorang tokoh masyarakat bernama Mbah Payam mengusulkan agar Jurik segera dinikahkan. Jurik pada akhirnya bersedia menikah dengan Sumik, gadis tercantik di Kampung Payaman. Akan tetapi, pernikahan tersebut membawa kesedihan mendalam bagi Apidik, mantan kekasih Sumik yang terpaksa ditinggal menikah karena terlalu lama tidak memberi kabar saat merantau mencari kerja di Bali. Melihat Apidik yang jatuh sakit dan depresi, sahabat karibnya yang bernama Makmun merasa tidak terima. Makmun kemudian menggunakan ilmu sihir warisan keluarganya untuk mengirimkan teluh ke rumah Jurik dan Sumik hampir setiap malam sebagai bentuk balas dendam. Setelah berumah tangga, kelakuan Jurik justru berubah menjadi lebih baik dan pendiam. Sementara itu, ilmu sihir yang dikirimkan Makmun tidak membuahkan hasil dan perbuatannya akhirnya diketahui oleh warga. Massa yang marah kemudian membakar rumah Makmun. Tidak terima dituduh sebagai tukang sihir, Makmun sempat menantang warga untuk melakukan sumpah pocong. Namun, pada hari pelaksanaannya di masjid, Makmun justru melarikan diri dan menghilang.